ARUM AOV HD WALLPAPER






"“Leo, menurutmu aku keras kepala?”

Merasakan kehangatan si anak singa, Arum akhirnya berhasil menenangkan diri. Walaupun tidak suka akan perjodohan yang diatur untuknya, namun melarikan diri dari hal itu sepertinya hanya akan menimbulkan masalah yang lebih besar pada ayahnya. Lelah secara fisik dan mental, akhirnya dia pun terlelap di tengah kerimbunan hutan, tempat yang sudah dianggapnya sebagai rumah, di sisi Leo, sesosok teman yang dia percaya sepenuh hati.

Sepuluh tahun lalu, Arum tiba di Tamuq bersama sang ayah, Varian, yang memiliki pekerjaan sebagai prajurit. Tak butuh waktu lama baginya untuk menerima kenaikan pangkat, dan akhirnya dia pun berpangkat Jenderal berdasarkan keputusan Dewan Federal. Namun, kedamaian tidak berlangsung lama. Pertikaian antara pihak Federation dan Verno Woods terus meningkat dan Tamuq, sebuah kota kecil yang terletak tepat di perbatasan, menjadi lokasi ideal kedua faksi untuk berperang.

Arum pada dasarnya merupakan individu bijaksana dan pengertian, dan dia menyadari seberapa besar tekanan yang dirasakan ayahnya. Namun, bagaimana mungkin dia sanggup mengenyahkan rasa cintanya untuk Verno Woods, tempat dia bertemu dan menyelamatkan Leo serta perjanjian yang dibuatnya dengan arwah Beast Lion Clan, hanya demi membantu ayahnya? Memang, banyak pihak yang bersikap tak bersahabat pada Arum karena masa lalunya yang tak biasa dan sikapnya yang netral—lagipula, akhir-akhir ini semua orang bersikap sangat waspada. Jika bukan karena reputasi yang dimiliki Varian, bisa saja Arum sudah dijebloskan ke penjara karena berkomunikasi dengan pihak musuh.

Peperangan semakin dekat, dan Varian pun memaksa Arum untuk menikahi Rahms. Arum sadar ini demi keselamatan dirinya, karena sang ayah tak yakin dapat kembali dari peperangan kedua ras tersebut dengan selamat dan satu-satunya cara untuk menjaga Arum adalah dengan menikahkannya dengan Rahms, satu-satunya cendekiawan berdarah bangsawan di Tamuq. Nantinya setelah menikah dengan Rahms, Arum akan memiliki segala kekebalan politis dan tak bisa lagi menjadi sasaran olok-olok khalayak ramai. Hal ini tentunya menjamin masa depan yang lebih aman dan cerah untuknya, walaupun Rahms bukanlah individu yang terbaik dan tanpa dosa.

Namun, karena tindakan Arum yang melarikan diri, rencana Varian yang telah disusun rapih pun menjadi berantakan dan orang-orang pun mulai kehilangan kepercayaan pada dirinya. Mereka berpikir bahwa Varian menyusun semua rencana ini agar putrinya dapat melarikan diri ke Verno Woods. “Dasar pengkhianat tak tahu malu!” teriak para warga yang sudah muak, dan akhirnya memutuskan untuk menjebloskan Varian ke penjara, yang merasa sangat terbebani oleh rasa bersalah dan berupaya untuk mencari pembelaan atas apa yang telah diperbuatnya.

Begitu pun dengan Arum yang dilanda stress berat. Akhirnya dia pun diam-diam menyelinap, kembali ke Tamuq dan pulang ke rumahnya namun tak mampu bertemu ayahnya—di mana hanya ada prajurit yang menanti, dengan ekspresi dingin. Arum hanya bisa pasrah saat mengetahui bahwa ayahnya telah dijebloskan ke penjara. Dia pun bersedia untuk ditangkap dengan syarat ditempatkan dalam sel yang sama dengan sang ayah. Mereka pun menyanggupinya karena bagaimanapun dia adalah puteri Varian, sesosok figur yang dulu memiliki pengaruh besar.

Arum pun bereuni dengan ayahnya di penjara. Namun, sosok yang dulunya dikenal teguh dan gagah, kini nampak suram dan lemah. Tak pelak, hati Arum pun hancur berkeping-keping melihatnya.

“Anakku, mengapa kau kembali? Mereka...mereka akan memenggal kepala kita!”

“Maafkan aku, Ayah. Kalau bukan karena kekeraskepalaanku dan keegoisanku, kau tak akan berada dalam situasi ini,” isak Arum, berlutut di hadapan sang ayah dan menyesali perbuatannya.

“Tidak, ini salahku. Andaikan Ayah tidak memaksamu untuk menikah, kamu tak akan...”

“Ayah, jangan menangis! Percayalah, aku akan membebaskanmu!”

Determinasi yang kuat menyelimuti Arum biasanya tampak gemulai. Inilah pertama kalinya dia membangkitkan kekuatannya, kekuatan tanpa batas yang diperolehnya dari arwah Beast. Sikapnya pun berubah drastis. Entah dari mana, muncul sosok arwah hewan buas di sisinya, yang memancarkan aura bahaya serta tatapan mengancam. Varian sadar akan ikatan puterinya dengan the Woods, namun tak pernah menyangka bahwa dia mampu mengendalikan kekuatan mistis yang begitu kuatnya. 

Hanya dalam beberapa detik, semua kekuatan anugerah dari arwah Beast pun menyelimuti Arum, yang menahbiskan dirinya sebagai Guardian of the Lions yang baru dan sebagai akibatnya dia bukan lagi manusia namun bagian dari the Woods. Arum sebelumnya tak pernah berupaya untuk membangkitkan kekuatannya, sehingga tak mampu memberi penjelasan yang masuk akal pada ayahnya, namun situasi yang genting memaksanya untuk bertindak cepat. Dia memerlukan kekuatan untuk membebaskan diri dari penjara, untuk mengenyahkan semua yang menghalangi, dan untuk menyelamatkan sang ayah tercinta!

“Spirits of all Beasts, telah tiba saatnya untuk pembalasan!”"

0 komentar:

Posting Komentar

VOLKATH AOV HD WALLPAPER

"What is the meaning of life without freedom?" At the peak of Mt. Orphean, a young boy with golden hair and crimson eyes asked his...

 

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
Nama Saya Muh.Agus dani, Kelahiran 17-08-2001,Tinggal di kota makassar Jln.Rajawali 1 Lr 10